Semarak Maulid Nabi di Mabes YMAS Surabaya, Jamaah Diajak Meneguhkan Cinta kepada Rasulullah SAW

SURABAYA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mabes YMAS, Jalan Simorejo Timur XI Nomor 24, Surabaya, Jumat (4/9/2026) malam, berlangsung khidmat dan penuh nuansa religius. Ratusan jamaah mengikuti rangkaian kegiatan mulai tawasul, istighotsah, tahlil, mahalul qiyam, sholawatan hingga tausiyah keagamaan.

Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya jamaah untuk menghidupkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, mengenang kelahiran beliau, serta mengambil keteladanan dari akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW.

Kegiatan diawali dengan tawasul yang dipimpin Qotimul Majelis Gus Barok. Tawasul menjadi pembuka majelis untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT sekaligus mengantarkan jamaah memasuki suasana Maulid dengan hati yang lebih khusyuk.

Rangkaian kemudian dilanjutkan istighotsah yang dipimpin Ustad Iksan. Doa dan dzikir bersama menjadi bagian dari ikhtiar jamaah mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus memohon keberkahan melalui majelis yang digelar untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW.

Setelah itu, jamaah mengikuti tahlil yang dipimpin Ustad Baidi. Dzikir bersama tersebut semakin memperkuat suasana spiritual dalam peringatan Maulid Nabi, sekaligus menjadi sarana mendoakan para pendahulu dan keluarga yang telah wafat.

Suasana Maulid semakin semarak ketika memasuki mahalul qiyam yang diisi Ustad Yahya dan Ustad Wawan. Jamaah berdiri bersama sambil melantunkan sholawat sebagai ungkapan mahabbah atau kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Lantunan sholawat semakin menggema dengan iringan Group Hadrah Al-Mubarok Surabaya. Sholawat menjadi salah satu bagian yang lekat dengan peringatan Maulid karena melalui lantunan tersebut jamaah mengekspresikan rasa cinta, penghormatan dan kerinduan kepada Rasulullah SAW.

Puncak kegiatan diisi tausiyah Gus Zainal Abidin, S.Pd., M.Pd., dari Ponpes Sunan Kalijogo Surabaya. Tausiyah menjadi bagian penting dalam rangkaian Maulid karena peringatan kelahiran Nabi tidak hanya diisi dengan sholawat, tetapi juga dengan mengingat kembali ajaran, akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW.

Dalam tausiyahnya, Gus Zainal mengajak jamaah menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus memperbaiki diri.

Ia menekankan pentingnya mengamalkan ilmu yang telah dipelajari. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan dalam perilaku dan amal nyata, bukan hanya melalui ucapan.

“Ilmu itu amanah. Jangan sampai ilmu hanya berhenti di kepala, tetapi tidak terlihat dalam perbuatan,” pesannya.

Gus Zainal juga mengingatkan bahwa mempelajari ilmu agama harus berjalan beriringan dengan pengamalannya. Ilmu menjadi pedoman agar seseorang beramal dengan benar, sedangkan amal menjadi bukti bahwa ilmu tersebut memberikan manfaat dalam kehidupan.

Dalam kesempatan itu, Gus Zainal juga menyampaikan kisah perjuangan Rasulullah SAW ketika bersama para sahabat hendak melaksanakan umrah ke Makkah, namun dihadang kaum Quraisy di Hudaibiyah.

Kisah yang berkaitan dengan Bai’atur Ridhwan dan Perjanjian Hudaibiyah tersebut menjadi salah satu pelajaran penting dalam meneladani Rasulullah SAW. Dari peristiwa itu, jamaah diajak memahami keteguhan, kesabaran, ketaatan dan kebijaksanaan Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi persoalan umat.

Dengan demikian, rangkaian Maulid Nabi di Mabes YMAS tidak berhenti pada perayaan kelahiran Rasulullah SAW. Tawasul dan doa menjadi pembuka, istighotsah dan tahlil menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, mahalul qiyam dan sholawat menjadi ungkapan mahabbah kepada Rasulullah SAW, sedangkan tausiyah menjadi pengingat untuk menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan.

Melalui momentum Maulid tersebut, jamaah dan jamiyah Al-Mubarok Surabaya diajak untuk tidak hanya memperbanyak sholawat, tetapi juga meneladani akhlak Rasulullah SAW, memperkuat ukhuwah Islamiyah dan mengamalkan ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi pun menjadi momentum untuk kembali meneguhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia, serta meneruskan nilai-nilai kebaikan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Editor : Red

More From Author

Kodaeral XI Gelar “Kopi Senja” Bersama Forkopimda Papua Selatan, Perkuat Sinergitas dan Komunikasi Lintas Sektor

Drumband Gita Jala Sena Gebrak Surabaya Marketing Week 2026, UHT Tampilkan Semangat Maritim dan Riset Berdampak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *